Mengenal Definisi Invoice dan Seluk Beluk Kegunaannya

/

Dalam suatu transaksi bisnis, penting adanya rekam jejak dari transaksi tersebut. Supaya ada kejelasan history mengenai transaksi yang terjadi. Serta sebagai bukti apabila di kemudian hari terjadi suatu atau perbedaan pendapat antara pihak yang bertransaksi. Sehingga, adanya rekam jejak atau dokumen ini berfungsi sebagai bukti.

Salah satu dokumen penting yang juga dapat menjadi bukti adalah invoice. Invoice adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh penjual atau perusahaan kepada pembeli. Suatu bisnis perlu memiliki invoice, baik bisnis skala kecil maupun besar.

Di artikel ini, akan dibahas mengenai definisi invoice adalah dokumen seperti apa, serta seluk beluk kegunaan dari invoice. Berikut penjelasannya.

Definisi Invoice

Sumber: https://www.thehouseshop.com/property-blog/mounting-water-debt-sinks-scots/5744/

Invoice adalah dokumen resmi yang diterbitkan penjual kepada pembeli atas transaksi kredit yang terjadi. Masyarakat umum mengenal invoice adalah faktur. Meskipun isinya hampir sama dengan nota, tapi kegunaannya berbeda. Invoice adalah dokumen yang dikeluarkan hanya ketika pembeli belum melakukan pembayaran atas produk baik barang atau jasa yang dibeli. Sementara nota diberikan ketika transaksi yang terjadi adalah transaksi kontan, dimana pembeli sudah melunasi produk yang dibeli.

Selain itu, kegunaan invoice adalah sebagai bukti penagihan ketika sudah jatuh waktu tempo pembayaran. Dengan adanya invoice, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak.

Bagian dari Invoice adalah

Invoice adalah dokumen yang dibuat dalam tiga rangkap, tujuannya sebagai arsip beberapa pihak tertentu. Bagian asli disimpan oleh perusahaan sebagai arsip, rangkat pertama untuk bagian penjualan, rangkap kedua untuk bagian keuangan, dan rangkap ketiga untuk pembeli.

Meski terlihat hampir sama dengan nota, invoice memiliki perbedaan tertentu. Dimana terdapat informasi yang termuat dalam invoice adalah sebagai berikut:

  1. Bagian atas dokumen memuat keterangan penjual, seperti nama perusahaan serta kontak perusahaan.
  2. Masih di bagian atas, juga terdapat nama dan kontak pembeli.
  3. Tanggal transaksi yang terjadi.
  4. Produk yang dibeli, baik barang ataupun jasa. Ditulis per item beserta jumlahnya
  5. Harga per item produk, biasanya ada dua kolom dimana kolom pertama memuat harga satuan dan kolom kedua jumlah harga. Apabila produk yang dibeli lebih dari satu, maka hanya tinggal dikalikan saja.
  6. Total harga keseluruhan, yang ditulis di bagian bawah.
  7. Jumlah pajak yang dikenakan atas produk yang dibeli. Biasanya berada di bawah total harga keseluruhan.
  8. Harga yang harus dibayar setelah ditambahkan pajak.
  9. Di bagian bawah surat, sudah berada di luar kolom item produk, terdapat tanggal jatuh tempo pembayaran.
  10. Jika pembayaran melalui rekening bank, maka di bagian bawah juga terdapat nomor rekening tujuan pembayaran.

Jenis – Jenis Invoice adalah

Sumber: https://id.pinterest.com/pin/557531628856261343/?lp=true

Di dalam dunia bisnis, invoice dibedakan menjadi tiga jenis. Hal ini juga didasarkan pada bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Jenis – jenis invoice diantaranya sebagai berikut:

  1. InvoiceBiasa

Invoice biasa adalah invoice yang biasa digunakan dalam transaksi kredit yang terjadi antara penjual dan pembeli.

  1. InvoiceProforma

Invoice proforma adalah invoice yang digunakan jika barang yang dibeli, dikirimkan oleh penjual secara berkala. Sehingga invoice ini digunakan ketika barang pesanan belum diterima semuanya.

  1. InvoiceKonsuler

Invoice konsuler adalah invoice yang digunakan untuk perdagangan internasional, ekspor atau impor barang.

Itulah definisi invoice dan seluk beluk kegunaannya. Jadi, Anda sebagai palaku bisnis di pihak penjual atau pembeli harus memahami kegunaan invoice.

Leave a Comment